Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset
terhadap berbagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi
mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit.
Pengertian Epidemiologi menurut
asal kata, jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani
yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu Epi yang berarti pada atau tentang, Demos
yang berarti penduduk dan kata terakhir adalah Logos yang berarti ilmu
pengetahuan. Jadi Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini adalah ilmu yang mempelajari
tentang frekuensi dan distribusi (penyebaran) serta determinant masalah
kesehatan pada sekelompok orang atau masyarakat serta determinasinya
(faktor-faktor yang mempengaruhinya).
B. Tiga Kelompok utama penyakit menular
1. Penyakit yang sangat berbahaya
karena angka kematian sangat tinggi
2. penyakit menular tertentu yang
dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang
pertama
3. Penyakit menular yang jarang menimbulkan
kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.
C. Tiga Sifat Utama Aspek Penularan Penyakit
Dari Orang Ke Orang
1. Waktu Generasi (Generation Time)
Masa antara masuknya penyakit pada
pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat
menularkan penyakit. Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan.
Perbedaan masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya
gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala
yang terselubung, sedangkan waktu generasi untuk waktu masuknya unsur penyebab
penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada
pejamu lain walau tanpa gejala klinik / terselubung.
2. Kekebalan Kelompok (Herd
Immunity)
Kekebalan kelompok adalah kemampuan
atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap serangan/penyebaran
unsur penyebab penyakit menular tertentu didasarkan tingkat kekebalan sejumlah
tertentu anggota kelompok tersebut.
Herd immunity merupakan factor
utama dalam poses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada
suatu kelompok penyakit tertentu.
Wabah terjadi karena 2 keadaan
a. Keadaan kekebalan populasi yakni suatu
wabah besar dapat terjadi jika agent penyakit infeksi masuk ke dalam suatu
populasi yang tidak pernah terpapar oleh agen tersebut / kemasukan suatu agen
penyakit menular yang sudah lama absent dalam populasi tersebut.
b. Bila populasi tertutup seperti asrama,
barak dimana keadaan sangat tertutup dan mudah terjadi kontak langsung masuknya
sejumlah orang-orang yang peka terhadap penyakit tertentu dalam populasi
tersebut.
3. Angka Serangan (Attack Rate)
Adalah sejumlah kasus yang
berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu dikalangan anggota
kelompok yang mengalami kontak serta memiliki resiko / kerentanan terhadap
penyakit tersebut.
Angka serangan ini bertunjuan untuk
menganalisis tingkat penularan dan tingkat keterancaman dalam keluarga, dimana
tata cara dan konsep keluarga, system hubungan keluarga dengan masyarakat serta
hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu
merupakan unit Epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.
D. Manisfestasi Klinik Secara Umum
1. Spektrum penyakit menular
Pada proses penyakit menular secara
umum dijumpai berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang tidak
tampak sampai keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat /
meninggal dunia.
Akhir dari proses penyakit adalah
sembuh, cacat atau meninggal
2. Infeksi terselubung (tanpa gejala klinis)
Adalah keadaan suatu penyakit yang
tidak menampakan secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas
sehingga tidak dapat di diagnosa tanpa cara tertentu seperti tes tuberkolin, kultur
tenggorokan, pemeriksaan antibody dalam tubuh dan lain-lain.
E. Gambar Penyebaran Karakteristik
Manistestasi Klinik
Dari 3 jenis penyakit menular
1. Lebih banyak dengan tanpa gejala
klinik (terselubung) contoh: tubekulosis, poliomyelitis, hepatitis A
2. Lebih banyak dengan gejala klinik jelas
contoh: measles, chiceplax
3. Penyakit yang umumnya berakhir dengan
kematian contoh: rabies
F. Komponen Proses Penyakit Menular
1. Faktor penyebab Penyakit Menular
Pada proses perjalanan penyakit
menular di dalam masyarakat sektor yang memegang peranan pentingya adalah:
a. Faktor penyebab / agent yaitu organisme
penyebab penyakit menular
b. Sumber penularan yaitu reservoir maupun
resources
c. Cara penularan khusus melalui mode of
transmission
Unsur penyebab dikelompokan dalam :
1. Kelompok arthropoda (serangga) seperti
scabies, pediculosis dll
2. Kelompok cacing / helminth baik cacing
darah maupun cacing perut
3. Kelompok protozoa seperti plasmodium,
amuba, dll
4.
Fungus / jamur baik ini maupun
multiseluler
5. Bakteri termasuk spirochaeta maupun
ricketsia
6. Virus dengan kelompok penyebab yang paling
sederhana
Sumber penularan:
1. Penderita
2. Pembawa kuman
3. Binatang sakit
4. Tumbuhan / benda
Cara penularan:
1. Kontak langsung
2. Melalui udara
3. Melalui makanan / minuman
4. Melalui vector
Keadaan penderita :
1. Keadaan umum
2. Kekebalan
3. Status gizi
4. Keturunan
Cara keluar dari sumber dan cara
masuk ke penderita melalui :
1. Mukosa / kulit
2. Saluran Pencernaan
3. Saluran Pernapasan
4. Saluran Urogenitalia
5. Gigitan suntikan, luka
6. Plasenta
Interaksi penyakit dengan penderita
:
1. Infektivitas
Adalah kemampuan unsur penyebab /
agent untuk masuk dan berkembang biak serta menghasilkan infeksi dalam tubuh
pejamu
2. Patogenesis
Adalah kemampuan untuk menghasilkan
penyakit dengan segala klinis yang jelas
3. Virulensa
Adalah nilai proporsi penderita
dengan gejala klinis yang jelas terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis
jelas
4. Imunogenisitas
Adalah suatu kemampuan menghasilkan
kekabalan / imunitas
Mekanisme potogenesis :
1. Inuasi jaringan secara langsung
2. Produk toksin
3. Rangsangan imunologis / reaksi alergi yang
menyebabkan kerusakan pada tubuh pejamu
4. Infeksi yang menetap (infeksi paten)
5. Merangsang kerentanan penjamu
terhadap obat dalm menetralinsa toksisitas
6. Ketidakmampuan membentuk daya tangan
Sumber penularan :
1. Manusia sebagai reservoir
2. Reservoir binatang / benda lain
Penyakit utama dan reservoir
utamanya untuk
- Pes tikus
- Rabies
- Leptospirosis tikus
- Virus encephlitides kuda
- Trichnosis babi dll
Melihat perjalanan penyakit pada
penjamu, bentuk pembawa kuman (carrier) dapat dibagi dalam beberapa jenis :
1. Healthy carrier (inapparent)
2. Incubatory carrier(masa tunas)
3. Convalescent carrier (baru sumber klinis)
4. Chronis carrier (menahun)
Manusia dalam kedudukannya sebagai
reservoir penyalur menular di bagi dalam 3 kategori utama yaitu:
1. Reservoir yang umumnya selalu muncul
sebagai penderita
2. Reservoir yang dapat sebagai penderita
maupun sebagai carrier
3. Reservoir yang umumnya selalu bersifat
penderita akan tetapi dapat menularkan langsung penyakitnya ke penderita
potensial lainnya, tetapi harus melalui perantara hidup.
KESIMPULAN
Epidemiologi untuk ilmu yang
mempelajari tentang penduduk. Sedangkan epideminologi dalam arti modern untuk
ilmu yang mempelajari: tentang frekuensi dan distribusi (penyebaran) serta
determinant masalah kesehatan pada sekelompok orang / masyarakat serta
determinannya (faktor-faktor yang mempelajari)
Contoh penyakit menular dapat
tertular melalui 2 cara yaitu dengan cara kontak langsung dan lewat factor.
Contoh penyakit yang melalui kontak langsung yaitu penyakit TBC. ISPA Kusta dan
Campak. Sedangkan yang melalui factor yaitu penyakit Malaria, filiariasis, dan
DHF.
Penyakit tidak menular adalah jenis
penyakit yang tidak menular seperti cacat fisik, gangguan mental, kanker,
penyakit degeneratif, penyakit gangguan metabolisme, dan kelainan-kelainan
organ tubuh lain penyakit jantung, pembuluh darah, penyakit tekanan darah
tinggi, penyakit kencing manis, berat badan lebih, osteoporosis, kanker usus,
depresi dan kecemasan.
Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah
penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan dimana penyakit menular masih
merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan
mortalitas PTM makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan,
tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia.
Penyakit tidak menular sering
dianggap tidak berbahaya dibanding penyakit menular. Padahal menurut data Dinas
Kesehatan pembunuh nomor satu justru masuk pada kategori penyakit tidak menular
seperti serangan jantung, diabetes, ginjal, dan lain-lain.
Menurut Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) RI tahun 2007, pada usia 45-54 tahun kematian akibat stroke sebesar
15,9%, diabetes sebesar 14,7%, penyakit jantung sebesar 15,8%, hipertensi
sebesar 7,1%, kecelakaan lalu lintas sebesar 5,2%, dan kanker 4,8%.
1. Penyakit Stroke
Stroke (bahasa Inggris: stroke,
cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan
darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya
aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan
atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan
hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab
kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa
(Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami
kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan
bicaranya. Beberapa tahun belakangan ini makin populer istilah serangan otak.
Istilah ini berpadanan dengan istilah yang sudah dikenal luas, “serangan
jantung”.
Penyakit Stroke terjadi karena
cabang pembuluh darah terhambat oleh emboli. Emboli bisa berupa kolesterol atau
udara.
2. Penyakit Diabetes
Penyakit diabetes mellitus (DM)
yang juga lazim disebut kencing manis dan kini lebih dikenal sebagai diabetes
saja, berasal dari bahasa Yunani Kuno yang menurut Wikipedia.com arti
harfiahnya adalah to pass through [urine] yaitu terus mengalir, maksudnya
adalah air dari dalam tubuh yang terus mengalir keluar alias banyak kencing.
Sedangkan mellitus berarti madu atau manis. Dengan demikian, kata diabetes
mellitus dapat diartikan atau dikonotasikan sebagai urine yang manis semanis
madu. Benarkah? Pada kenyataannya urine penderita diabetes sering dikerumuni
semut, selain itu pemeriksaan di laboratorium menunjukkan kadar gula darah yang
tinggi melebihi normal.Sesungguhnya kadar gula dalam urine tidak bisa dijadikan
ukuran untuk kadar gula dalam darah. Jika di dalam urine tidak ditemukan
glukosa, bukan berarti kadar gula dalam darah tidak tinggi. Kadar gula dalam
darah selalu lebih tinggi dari kadar gula dalam urine. Dan pembuangan glukosa
lewat ginjal pada masing-masing orang, berbeda, sehingga kadar gula dalam urine
tidak secara otomatis bisa dijadikan ukuran kadar gula dalam darah
3. Pemyakit Jantung
Penyakit jantung adalah sebuah
kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan
baik. Ada berbagai macam gangguan dan penyakit yang dapat mempengaruhi bagian
manapun dari jantung.
Penyakit jantung yang paling umum
adalah jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian
mendadak. Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan
penyumbatan pembuluh arteri karena
penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh
koroner.
Hal tersebut dipengaruhi oleh pola
makan yang kurang sehat yang disertai gaya hidup kurang gerak, kecanduan rokok,
hipertensi, dan kolesterol tinggi sehingga mempengaruhi pembentukan bekuan
darah.
Sebagai akibatnya, aliran darah ke
jantung terhambat sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah yang
selanjutnya akan memicu terjadinya serangan jantung.
Selain penyakit jantung koroner,
ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir
misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, dan melemahnya
otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada
jantung.
Penyakit tidak menular
4.Hipertensi (HTN) atau Tekanan
Darah Tinggi
Hipertensi adalah faktor resiko
utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma
arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab
penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait
dengan harapan hidup yang lebih pendek. Perubahan pola makan dan gaya hidup
dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait
komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada
sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak
cukup.
5. Peyakit Kanker
Penyakit Kanker adalah suatu
penyakit yang ditimbulkan oleh sel tunggal yang tumbuh tidak normal dan tidak
terkendali sehingga dapat menjadi tumor ganas yang dapat menghancurkan dan
merusak sel atau jaringan sehat. Kanker merupakan salah satu jenis penyakit
yang sangat ditakuti oleh banyak orang sehingga ada baiknya kita mencegah
kanker daripada mengobatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar