1 Apr 2016

Rangkuman Pelajaran Bahasa Indonesia SD




Contoh: Sekolah (School: Inngris), Musyawarah (Musyawaroh: Arab),Buku (Book: Inggris)
ANTONIM, SINONIM, DAN HOMONIM
A. Antonim adalah
lawan kata
. Contoh: tinggi x rendahB. Sinonim adalah
persamaan kata
.
(Beda kata, namun sama makna)
 Contoh: pemandangan = panorama, bagus=baik C. Homonim adalah
kata yang sama lafal dan/ejaannya tetapi maknanyaberbeda
.
(Sama kata, namun beda makna)
Contoh: 1. Ular memiliki bisa2. Saya bisa mengerjakan tugas ini
MAKNA KONOTASI DAN MAKNA DENOTASI
A. Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya/makna kiasanContoh: Kue ini keras sekaliB. Makna denotasi adalah makna yang sebenarnyaContoh: Anak itu keras kepala
FUNGSI IMBUHAN (AWALAN DAN AKHIRAN)A. Awalan “ME”
1.
Melakukan pekerjaan
. Contoh: Menulis = melakukan pekerjaan tulis2.
Pembentukan kalimat aktif
Contoh: a. Adi digendong ibub. Ibu menggendong Adi
B. Awalan “PE”
1. Membentuk kata kerja menjadi kata benda
Contoh: Jepit – Penjepit = Alat untuk menjepit
2. Menyatakan alat
Contoh: Peledak = Alat ntuk meledakkan
3. Menyatakan keahlian
Contoh: Pelukis = Ahli melukis
4. Menyatakan tukang/juru
Contoh: Penyanyi = Tukang nyanyi
C. Awalan “BER”
1.
Memakai
Contoh: Bermobil = memakai mobil2.
Menjadi
Contoh: Berteman = menjadi teman3.
Mengeluarkan
Contoh: Bersuara = mengeluarkan suara4.
Mengusahakan
Contoh: Berkebun = mengusahakan kebun5.
Melakukan
Contoh: Berjoget = melakukan joget6.
Mempunyai
Contoh: Beruang = mempunyai uang
D.Awalan “TER”
1
. Menyatakan paling atau sangat
Contoh: Terdepan = paling depan2.
Menyatakan dapat atau berhasil
Contoh: Terkalahkan = dapat/berhasil dikalahkan3.
Menyatakan tidak sengaja
Contoh: Terpukul = tidak sengaja kena pukul4.
Menyatakan tiba-tiba
Contoh: Terbangun = tiba-tiba bangun
E. Akhiran “I”
1.
Menyatakan memberi
Contoh: Mewarnai = memberi warna2.
Menyatakan berulang kali
Contoh: Memukuli = berulang kali memukul
KATA “DI dan KE”
A. “DI dan KE”
Sebagai awalan
biasanya
menjadi kata kerja
dan
penulisannya harus disambung
Contoh: di + pukul = dipukul di + tulis = dituliske + pukul = kepukul ke + lewat = kelewatB. “DI dan KE”
sebagai kata depan
biasanya
‘di’ menunjukkan

tempat
dan
‘ke’ menunjukkan tujuan
.
Penulisannya
harus
dipisah
dari kata dasarnya.Contoh: di + Jakarta = di Jakarta di + kelas = di kelasKe + Jakarta = ke Jakarta ke + kelas = ke kelas
FUNGSI TANDA BACAI. Tanda baca koma (,)
1. Memisahkan
persepuluhan, rupiah, dan sen
Contoh: Rp. 15,50 Rp. 100,002. Menuliskan
kalimat langsung
Contoh: Kata ayah, “Saya senang sekali”3. Menuliskan
tempat dan tanggal
Contoh: Saya lahir di Bogor, 27 Juli 19784. Memisahkan
anak kalimat
dan
induk kalimat
Contoh: Kalau hari ini hujan, saya tidak pergi ke sekolah

5. Dipakai
dibelakang kata seru
Contoh: Wah, hebat sekali!
II. Tanda Titik (.)
1. Mengakhiri kalimat yang bukan kalimat tanya atau kalimat seru2. Pada akhir singkatan nama orang
Contoh: Muh. Saleh A. M. Sangaji
3. Dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
Contoh: Ir. (Insinyur), Kep. (Kepala), Kol. (Kolonel), Sdr. (Saudara)
4. Memisahkan angka jam, menit, dan detik
Contoh: pukul 4.10.11 (pukul 4 lewat 10 enit 11 detik)
III. Tanda Titik Dua (:)
1. Untuk memisahkan antara pelaku dan percapan dalam sebuah tekspercakapan
Contoh: Ayah : “Keluarkan oplet itu, Dul!”Dul : “Baik, Yah”
2. digunakan pada akhir pernyataan yang memerlukan perincian
Contoh: Yang dibutuhkan adalah: meja, kursi, pulpen, dan lemari.
IV. Tanda Garis Miring (/)
1. Untuk
memisahkan antara nomor, kode, bulan, dan tahun pada surat resmi
Contoh: No. 10/MI-YAPITA/V/20022. Menyatakan
harga satuan
atau
per
Contoh: Harga mangga ini Rp. 1.000,00/buah3. Sebagai pengganti
kata dan
dan
kata atau
Contoh: putra/putri siswa/siswi
PANTUNSyarat Pantun:
1. Tiap bait terdiri dari 4 baris2. Tiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata3. Berumus (berima) a – b – a – b4. 2 baris pertama merupakan sampiran, 2 baris ke dua adalah isiContoh pantun:Jalan-jalan ke kalibata Memang enak si agar-agar Mampir sebentar ke rumah teman Rasanya manis lagi segar Hati siapa tak kan gembira Kalau kamu masih belajar Karena telah lulus ujian Jangan dulu cari pacar
PERIBAHASA
Adalah
Ungkapan yang berisi perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, danaturan tingkah laku
1.
Air susu di balas air tuba
(Kebaikan dibalas dengan kejahatan)2.
Air cucuran atap jatuhnya kepelimbahan juga
(Sifat orang tua biasanya turun ke anaknya)3.
Air beriak tanda tak dalam
(Orang bodoh biasanya banyak bohong danbanyak omong)4.
Ada gula ada semut
(Di tempat yang ada rezeki pasti dikerumuni orang)5.
Buruk muka cermin dibelah
(Dia yang berbuat orang lain yangdisalahkan)6.
Belum bertaji sudah berkokok
(Belum ada kekuatan sudahmenyombongkan diri)7.
Bergantung di akar lapuk
(Minta pertolongan pada yang lemah)8.
Berat sama dipikul ringan sama dijinjing
(Susah dan senang sama-samamerasakan)9.
Bagai menghitung bintang dilangit
(Mengharapkan sesuatu yang tak mungkin)10.
Besar pasak dari tiang
(Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan)11.
Bagaikan katak dalam tempurung
(Seorang yang sangat picik dandangkal pengetahuan)12.
Bagai telur diujung tanduk
(Seorang yang dalam keadaangawat/membahayakan)13.
Bagai pungguk merindukan bulan
(Seorang yang menginginkan sesuatunamun tak mungkin diperoleh)14.
Bagai air di atas daun keladi/talas
(Seorang yang tak mempunyaipendirian)15.
Bagaikan air dengan minyak
(Dua orang yang tidak mau bersatu)16.
Bagaikan ayam kehilangan induk
(Anak buah/anggota yangkebingungan karena kehilangan pemimpinnya)17.
Cepat kaki ringan tangan
(Suka membantu/menolong)18.
Daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah
(Lebih baik mati dari pada menanggung malu)19.
Diluar bagai madu di dalam bagai empedu
(Perbuatannya kelihatannyabaik padahal hatinya jahat)

20.
Datang tampak muka pergi tanpak punggung
(Datang permisi pergitidak permisi)21.
Gajah di pelupuk mata tak tampak semut di sebrang lautan tampak
(Kesalahan sendiri walaupun besar tak terlihat, kesalahan orang lainwalaupun kecil terlihat)22.
Habis manis sepah dibuang
(Sesuatu yang dilupakkan/dicampakkansetelah digunakan)23.
Hidup segan mati tak mau
(Tidak ada gairah hidup)24.
Jauh panggang dari api
(Jawaban yang menyimpang jauh daripertanyaannya)25.
Ke bukit sama didaki, ke lembah sama dituruni
(Susah senang selalubersama)26.
Kalah jadi abu menang jadi arang
(Orang yang berkelahi siapa yangmenang dan yang kalah sama-sama merugi)27.
Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah
(Kasih sayanganak tak akan mampu mengalahkan kasih sayang ibu kepada anaknya)28.
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
(Setiap daerahmempunyai tatacara/adat berbeda-beda)29.
Lempar batu sembunyi tangan
(Tidak bertanggungjawab atasperbuatannya)30.
Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri
(Membuka rahasiakeluarga, diri sendiri yang merugi)31.
Menegakkan benang basah
(Melakukan pekerjaan sia-sia)32.
Musang berbulu domba
(Menyembunyikan kepalsuan di balik kepandaiannya)33.
Nasi sudah menjadi bubur
(Sesuatu yang sudah terjadi tak bisadihindari)34.
Panas setahun dihapus hujan sehari
(Kebaikkan yang lama dipupuk dirusak dalam waktu sekejap)35.
Pikir itu pelita hati
(Dengan pikiran akan mendapatkan kebaikkan)36.
Pucuk dicinta ulam tiba
(Mendapatkan sesuatu yang memang diharap-harapkan)37.
Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh ke tanah
(Sepandai-pandanya orang pasti akan menemukan kesulitan)38.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
(Sekali bekerjaberbagai masalah dapat diselesaikan)39.
Sebab nila setitk rusak susu sebelangga
(Kebaikan yang banyak rusak hanya dengan kejelekkan yang sedikit)40.
Tak ada gading yang tak retak
(Tiada sesuatu di dunia ini yangsempurna)41.
Tak lekang oleh panas tak lapuk oleh hujan
(Tetap tegar walau banyak godaan)
Similar to Rangkuman
Pelajaran Bahasa Indonesia SD

Sumber: www.scribd.com

Rangkuman Materi Matematika kelas 5 SD Semester 1


Materi matematika kelas 5 SD semester 1
“BILANGAN BULAT”
Standar Kompetensi
  1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar
  • Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran
  1. Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung pada Bilangan Bulat
Sifat-sifat pengerjaan hitung pada bilangan bulat yang akan dipelajari sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Mungkin kamu pernah menggunakan sifat-sifat tersebut, tetapi belum tahu nama sifat-sifatnya. Sebenarnya seperti apa sifat-sifat itu? Coba perhatikan penjelasan berikut.
1.Sifat Komutatif (Pertukaran)
  • Sifat komutatif pada penjumlahan
Andi mempunyai 5 kelereng berwarna merah dan 3
kelereng berwarna hitam. Budi mempunyai 3 kelereng berwarna merah dan 5 kelereng berwarna hitam. Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?…
Ternyata jumlah kelereng Andi sama dengan jumlah kelereng Budi. Jadi, 5 + 3 = 3 + 5. Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat komutatif.
Secara umum, sifat komutatif pada penjumlahan dapat ditulis sebagai berikut.
a + b = b + a dengan a dan b sembarang bilangan bulat.
  • Sifat komutatif pada perkalian
Jumlah kelereng Andi dan Budi sama, yaitu 8 butir. Kelereng Andi dimasukkan ke empat kantong plastik. Setiap kantong berisi 2 butir. Kelereng Budi dimasukkan ke dua kantong plastik. Setiap kantong berisi 4 butir. Kelereng Andi dan Budi dapat ditulis sebagai berikut.
Kelereng Andi = 2 + 2 + 2 + 2
= 4 × 2 = 8
Kelereng Budi = 4 + 4
= 2 × 4 = 8
Jadi, 4 × 2 = 2 × 4.
Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat komutatif pada perkalian. Secara umum, sifat komutatif pada perkalian dapat ditulis:
a x b = b x a
dengan a dan b sembarang bilangan bulat.
  1. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)
  • Sifat asosiatif pada penjumlahan
Andi mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I
berisi 3 kelereng merah dan 2 kelereng hitam. Kotak
II berisi 4 kelereng putih. Budi juga mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I berisi 3 kelereng merah. Kotak II berisi 2 kelereng hitam dan 4 kelereng putih.
Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan
Budi?
Ternyata jumlah kelereng yang dimiliki Andi sama dengan jumlah kelereng yang dimiliki Budi.
Jadi, (3 + 2) + 4 = 3 + (2 + 4). Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada penjumlahan. Secara umum, sifat asosiatif pada penjumlahan dapat ditulis:
(a + b) + c = a + (b + c)
dengan a, b, dan c sembarang bilangan bulat.
  • Sifat asosiatif pada perkalian
Andi mempunyai 2 kotak mainan. Setiap kotak diisi
3 bungkus kelereng. Setiap bungkus berisi
4 butir kelereng. Berapa jumlah kelereng Andi? Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kelereng Andi.
Cara pertama menghitung banyak bungkus. Kemudian, hasilnya dikalikan banyak kelereng tiap bungkus.
Banyak bungkus × banyak kelereng tiap bungkus
= (3 bungkus + 3 bungkus) × 4 butir
= (3 + 3) × 4
= (2 × 3) × 4 = 24 butir
Cara kedua menghitung banyak kelereng setiap kotaknya dahulu kemudian hasilnya dikalikan banyak kotak.
Banyak kotak × banyak kelereng
= 2 × (4 + 4 + 4)
= 2 × (3 × 4) = 24 butir
Perhitungan cara I: (2 × 3) × 4. Perhitungan cara II: 2 × (3 × 4).
Hasil perhitungan dengan kedua cara adalah sama. Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada perkalian.
Secara umum, sifat asosiatif pada perkalian dapat ditulis:
(a x b) x c = a x (b x c)
dengan a, b, dan c bilangan bulat.
  1. Sifat Distributif (Penyebaran)
  1. (3 × 4) + (3 × 6) = 3 × (4 + 6) Angka pengali disatukan 3 x 4 dan 3 x 6 mempunyai angka penggali yang sama, yaitu 3 yang menggunakan sifat distributif. Benarkah bahwa (5 × 13)
    – (5 × 3) = 5 × (13 – 3)?
Penghitungan dilakukan dengan cara menjumlah kedua angka yang dikalikan (4 + 6). Kemudian hasilnya dikalikan dengan angka pengali (3). 3 × (4 + 6) = 3 × 10 = 30. Mengapa cara ini digunakan? Karena menghitung 3 × (4 + 6) = 3 × 10 lebih mudah daripada menghitung (3 × 4) + (3 × 6).
(5 × 13) – (5 × 3) mempunyai angka pengali yang sama, yaitu 5.
Angka pengali disatukan menjadi 5 × (13 – 3). Diperoleh:
(5 × 13) – (5 × 3) = 5 × (13 – 3) Contoh di atas merupakan pengurangan dengan sifat distributif.
b.15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2) angka penggali dipisahkan 15 x (10 + 2 ) mempunyai angka penggali 15.
Penghitungan dilakukan dengan cara kedua angka
yang dijumlah (10 dan 2) masing-masing dikalikan dengan angka pengali (15), kemudian hasilnya dijumlahkan. 15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2)
= 150 + 30
= 180
Cara ini juga untuk mempermudah penghitungan karena menghitung (15 × 10) + (15 × 2) = 150 + 30 lebih mudah daripada menghitung 15 × (10 + 2) = 15 × 12.
Cara penghitungan seperti di atas menggunakan sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan. Secara umum, sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan dapat ditulis:
a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
a x (b – c) = (a x b) – (a x c)
dengan a, b, dan c bilangan bulat
  1. Menggunakan Sifat Komutatif, Asosiatif, dan Distributif
            Sifat komutatif, asosiatif, dan distributif dapat digunakan untuk memudahkan perhitungan.
Perhatikan contoh berikut.
  1. Menghitung 5 × 3 × 6
Cara 1:
5 × 3 × 6 = 5 × 6 × 3
= (5 × 6) × 3
= 30 × 3
= 90
Menggunakan sifat komutatif, yaitu menukar letak angka 3 dengan 6. Menggunakan sifat asosiatif, yaitu mengalikan 5
dengan 6 terlebih dahulu agar mudah menghitungnya.
Cara 2:
5 × 3 × 6 = 3 × 5 × 6
= 3 × (5 × 6)
= 3 × 30
= 90
2.Menghitung 8 × 45
Cara 1:
menggunakan sifat distributif pada penjumlahan 8 × 45 = 8 × (40 + 5)
= (8 × 40) + (8 × 5)
= 320 + 40
= 360
Cara 2:
menggunakan sifat distributif pada pengurangan
8 × 45 = 8 × (50 – 5)
= (8 × 50) – (8 × 5)
= 400 – 40
= 360
B. Menaksir Hasil Pengerjaan Hitung Dua Bilangan
1.Menaksir Hasil Penjumlahan dan Pengurangan
Menaksir hasil penjumlahan atau pengurangan dua bilangan berarti memperkirakan hasil penjumlahan atau pengurangan dari kedua bilangan tersebut. Caranya dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan tersebut dijumlahkan atau dikurangkan. Perhatikan contoh berikut.
  • Tentukan taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79
Langkah pertama, bulatkan setiap bilangan ke puluhan terdekat. Caranya sebagai berikut. Perhatikan angka satuannya. Jika satuannya kurang dari 5 dibulatkan ke nol. Jika satuannya lebih atau sama dengan 5 dibulatkan ke 10.
5 3, 50 + 0 = 50 kurang dari 5
dibulatkan menjadi 0 Berarti 53 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 50.
7 9 70 + 10 = 80 lebih dari 5
dibulatkan menjadi 10
Di kelas IV kamu sudah belajar membulatkan bilangan. Pada pembulatan ke satuan terdekat. Angka persepuluhan (desimal) kurang dari 0,5 dibulatkan ke nol. Sedangkan angka per- sepuluhan (desimal) lebih atau sama dengan 0,5 di- bulatkan ke satu.
29, 4 29 + 0 = 29 kurang dari 5 dibulatkan menjadi 0
23, 7 23 + 1 = 24 lebih dari 5 dibulatkan menjadi 1 Angka 53 lebih dekat ke 50 daripada ke 60. Berarti 53 dibulatkan menjadi
50. Angka 79 lebih dekat ke 80
daripada ke 70. Berarti 79 dibulatkan menjadi
80.
Langkah kedua, jumlahkan hasil pembulatan dari kedua bilangan. 50 + 80 = 130 Jadi, taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79 adalah
130.
Ditulis 53 + 79 = 130.
dibaca kira-kira, merupakan tanda yang menyatakan hasil perkiraan dari proses penghitungan.
  • Tentukan taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222
Langkah pertama, bulatkan setiap bilangan ke ratusan terdekat.
Perhatikan angka puluhannya. Jika puluhannya kurang dari 50 dibulatkan ke nol. Jika puluhannya lebih dari 50 dibulatkan ke 100.
599 500 + 100 = 600 Angka 99 lebih dari 50 maka
99 dibulatkan menjadi 100. dibulatkan menjadi 600. Angka 22 kurang dari 50 maka
22 dibulatkan menjadi 0.
222 200 + 0 = 200 dibulatkan menjadi 200
Langkah kedua, kurangkan hasil pembulatan dari kedua bilangan 600 – 200 = 400. Jadi, taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222
adalah 400. Ditulis 599 – 222 = 400.
  1. Menaksir Hasil Kali dan Hasil Bagi
            Cara menaksir hasil kali atau hasil bagi dua bilangan yaitu dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan dari kedua bilangan tersebut dikali atau dibagi. Banyak kelompok yang ikut gerak jalan 18 tim. Setiap tim beranggotakan
21 anak. Berapa kira-kira jumlah anak yang ikut gerak jalan?
Lambang taksiran yaitu Misalnya 21 × 29 = 20 × 30 = 600 Dibaca dua puluh satu kali dua puluh sembilan kira-kira enam ratus. 10 Bilangan Bulat. Angka 8 lebih dari 5. Angka 8 dibulatkan ke 10. Jadi, angka 18 dibulatkan ke 20
Banyak tim = 18
dibulatkan 20. Puluhan terdekat menjadi 20. Angka kurang dari 5. Banyaknya anggota setiap tim = 21 dibulatkan 20. Angka 1 dibulatkan ke 0.
Taksiran jumlah siswa = 20 × 20 = 400. Jadi, jumlah anak yang ikut gerak jalan kira-kira ada 400.
Apabila hasil perkaliannya dibulatkan, diperoleh hasil berikut. 18 × 21 = 378 (hasil sebenarnya) Pembulatan ke puluhan terdekat: 378 = 370 + 10 = 380
dibulatkan menjadi
380
Jadi, angka 21 dibulatkan ke
puluhan terdekat menjadi 20. Angka 8 lebih dari 5. Angka 8 dibulatkan menjadi
10. 378 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 380. Jadi, 18 × 21 = 380. Pembulatan ke ratusan terdekat: 378 = 300 + 100 = 400 dibulatkan menjadi 400. Angka 78 lebih dari 50. Angka 78 dibulatkan menjadi
100. 378 dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 400. Jadi, 18 × 21 = 400. Apabila panitia menyediakan minuman sebanyak 576 botol untuk peserta gerak jalan, kira-kira berapa botol minuman yang didapatkan setiap tim? Permasalahan di atas diselesaikan dengan menaksir. Begini penyelesaiannya. Banyak minuman yang didapatkan setiap tim: 576 : 18
576 = 500 + 100 = 600 dibulatkan menjadi 576 : 18 = 600 : 20 = 30
18 = 10 + 10 = 20 dibulatkan menjadi 20. Diperoleh 600 : 20 = 30.
Jadi, banyak minuman yang didapatkan setiap tim kira- kira 30 botol.
Secara umum, cara menaksir hasil kali dan hasil bagi sebagai berikut.
  1. Bulatkan bilangan-bilangan yang dioperasikan.
  1. Kalikan atau bagilah bilangan-bilangan yang dibulatkan itu.
sumber:http://blog.uad.ac.id

Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing



Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia. Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.
Baca : Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing
Foto tari ula ula lembing
Foto tari ula ula lembing
Tari ula ula lembing berasal dari daerah – Tari Ula Ula Lembing merupakan salah satu tarian daerah dari Kabupaten Aceh Tamiang. Menurut beberapa pakar budaya tari ula ula lembing ditarikan dengan melingkar menyerupai ular, dengan gerakan yang lincah dan dinamis. Tarian ini ditarikan oleh 12 orang atau lebih berputar-butar ke sekeliling panggung bagai ular. Tari Ula Ula Lembing harus dibawakan dengan penjiwaan yang lincah dan ceria. Budaya merupakan suatu kebiasaan atau prilaku masyarakat di daerah tertentu.
Cerita rakyat tari ula ula lembing
Budaya juga merupakan suatu proses yang dinamis serta memiliki nilai nilai dan norma – norma kehidupan yang berlaku dalam tata cara pergaulan masyarakat tertentu. Dari budaya tersebut maka terciptalah ragam ragam kebiasaan masyarakat, diantaranya bahasa daerah, kesenian, tari, musik, dan upacara adat, semua ini adalah hasil dari bagian budaya terjadinya tari ula ula lembing. Budaya juga bisa memberikan identitas suatu daerah, dimana pilar pilar suatu wilayah diantaranya adalah budaya. Agar dapat menjadi tonggak utama terbentuknya suatu wilayah secara utuh. Contohnya daerah Aceh yang memiliki kesenian Tari Saman, yang sudah dikenal di seluruh Indonesia dan menjadi sebuah identitas bahwa Aceh memiliki tarian Saman. Begitu juga dengan daerah lain seperti Sumatra Utara yang dikenal dengan tarian Tor tor yang merupakan tonggak terjadinya tari ula ula lembing.
Sejarah tari ula ula lembing
Tari ula ula lembing di Aceh Tamiang adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nangro Aceh Darusalam, termasuk Kabupaten ketujuh dari dua puluh tiga Kabupaten di Provinsi Aceh. Kabupaten ini terletak di ujung perbatasan Provinsi Aceh yang lebih kurang 250 km dari kota Medan. Meskipun Aceh Tamiang termasuk dalam bagian Kabupaten Nangro Aceh Darusalam, tetapi Aceh Tamiang memiliki budaya yang berbeda dengan budaya Aceh. Budaya Aceh Tamiang ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat Aceh dan di luar Aceh, hal ini disebabkan karena posisinya sebagai transit antara dua daerah Aceh dan Medan sehingga timbul banyak suku di Aceh Tamiang. Yang dimana suku lokal terdiri dari Tamiang, Jawa, Batak, Gayo, Padang dan suku lainya, Arab dan Tiong hoa. Sementara itu pengaruh dari aspek industri yang ada di wilayah Aceh Tamiang sangatlah kuat, untuk mengundang masyarakat luar untuk tinggal dan hidup di wilayah Aceh Tamiang ini. Akibat dari banyak suku tersebut maka terjadilah pengaruh budaya secara umum. Salah satunya adalah penggunaan bahasa, dimana bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi utama.
Gerakan tari ula ula lembing
Diantara semua suku, disisilain, kondisi ini menyebabkan Asal usul tari ula ula lembing justru pudar di daerah sendiri. Budaya di Aceh Tamiang tidak jauh berbeda dengan budaya Melayu, begitu juga dengan bahasa, kesenian, ragam hias dan upacara upacara adat di Aceh Tamiang. Salah satu kesenian adalah tari Ula ula lembing . Tarian Ula ula Lembing ini termasuk tarian gembira yang biasanya di gunakan dalam acara perkawinan, tetapi tarian ini bukan lah termasuk ritual adat perkawinan Aceh Tamiang. Tari ula ula lembing ini sendiri memiliki arti arti di setiap lirik dan pergerakanya, dimana manusia harus bekerja keras dan tidak cepat putus asa dalam mendapatkan pasangan hidupnya. Dalam hal ini pemerintahan Aceh Tamiang melakukan program Pendidikan dan seni budaya, bagaimana cara untuk mengembalikan kebudayaan Aceh Tamiang ini dimata masyarakat Tamiang, Aceh dan Indonesia.
  Sumber: http://suog.co
Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Asal usul kesenian dari aceh tari ula ula lembing secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Rumus kimia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Rumus kimia (juga disebut rumus molekul) adalah cara ringkas memberikan informasi mengenai perbandingan atom-atom yang menyusun suatu senyawa kimia tertentu, menggunakan sebaris simbol zat kimia, nomor, dan kadang-kadang simbol yang lain juga, seperti tanda kurung, kurung siku, dan tanda plus (+) dan minus (-). Jenis paling sederhana dari rumus kimia adalah rumus empiris, yang hanya menggunakan huruf dan angka.
Untuk senyawa molekular, rumus ini mengidentifikasikan setiap unsur kimia penyusun dengan simbol kimianya dan menunjukkan jumlah atom dari setiap unsur yang ditemukan pada masing-masing molekul diskrit dari senyawa tersebut. Jika suatu molekul mengandung lebih dari satu atom unsur tertentu, kuantitas ini ditandai dengan subskrip setelah simbol kimia (walaupun buku-buku abad ke-19 kadang menggunakan superskrip). Untuk senyawa ionik dan zat non-molekular lain, subskrip tersebut menandai rasio unsur-unsur dalam rumus empiris.
Misalnya: C6H12O6: glukosa
Seorang kimiawan berkebangsaan Swedia abad ke-19 bernama Jöns Jacob Berzelius adalah orang yang menemukan sistem penulisan rumus kimia.

Geometri molekul dan rumus struktur

Isobutana
Rumus molekul: C4H10
Rumus semi-struktur: (CH3)3CH
Butana
Rumus molekul: C4H10
Rumus semi-struktur: CH3CH2CH2CH3
Konektivitas dari sebuah molekul akan sangat berpengaruh pada sifat-sifat fisik dan kimianya. 2 molekul yang tersusun atas atom yang sama dengan jumlah yang sama (misalnya sepasang isomer) dapat memiliki sifat yang sama sekali berbeda jika atom-atomnya tersambung berbeda atau posisinya berpindah. Dalam beberapa kasus, rumus struktur cukup berguna karena dapat menggambarkan atom mana yang tersambung pada atom mana.
Rumus kimia dapat menjelaskan informasi tentang tipe dan susunan ikatan dalam senyawa tersebut. Misalnya, etana terdiri dari 2 atom karbon yang berikatan tunggal satu sama lain, dengan tiap atom karbon juga berikatan dengan 3 atom hidrogen. Rumus kimianya dapat dituliskan CH3CH3. Contoh lainnya, etena mempunyai ikatan rangkap dua di antara atom karbonnya (sehingga tiap atom karbon hanya berikatan dengan 2 atom hidrogen). Rumus kimia etena adalah: CH2CH2, dapat juga dituliskan H2C=CH2 atau H2C::CH2. Gambar 2 garis atau 2 pasang titik dua menunjukkan ikatan rangkap. Untuk ikatan rangkap tiga, dapat dilambangkan dengan tiga garis atau tiga titik dua (:::). Setiap garis atau titik dua melambangkan satu ikatan.


Biodata dan fakta menarik tentang Charlie Puth

  1. Tempat dan tanggal lahir Charlie Puth; New Jersey (Amerika Serikat), pada 2 Desember 1991.
  2. Otomatis, zodiak Charlie Puth itu Sagitarius.
  3. Ketika masih berusia 4 tahun, Puth sudah belajar piano dengan ibunya.
  4. Pada 09-09-2009 alias tanggal 9 September 2009, Puth membuat akun di Youtube.
  5. Akunnya dibuat pada bulan September, namun video pertamanya baru diunggah pada bulan Desember.
  6. Puth mulai terkenal setelah ia mengunggah bakatnya dalam bermain musik dan meng-cover lagu di Youtube, channel Charlie Vlogs.
  7. Lagu-lagu yang pernah ia bawakan memang banyak. Beberapa yang paling terkenal itu Someone Like You-nya Adele (bareng Emily Luther), Just Give Me A Reason-nya Pink ft Nate Ruess (bareng Daphnee Khoo), Chandelier-nya Sia, Story of My Life-nya One Direction dan When I was Your Man-nya Bruno Mars.
  8. Puth adalah lulusan dari sekolah musik “Berklee College of Music”. Dia alumni tahun 2013. Dan kerennya, dia dapet beasiswa penuh di sana.
  9. Puth ‘diciduk’ oleh label miliknya Ellen DeGeneres, eleneleven, tepatnya pada Oktober 2011.
  10. Hal yang membuat Ellen DeGeneres kagum pada Puth yaitu ketika ia dan Emily Luther meng-cover lagunya Adele, Someone Like You. Menurut daku, Emily-nya juga bagus!
  11. Begitu kontraknya dengan eleneleven selesai, Puth gabung sama Atlantic Records.
  12. Puth adalah penyanyi sekaligus penulis lagu “See You Again”, yang jadi OST Furious 7.
  13. Ketika menyanyikan lagu “See You Again”, Puth duet dengan rapper Wiz Khalifa.
  14. Puth menulis lagu See You Again dalam waktu 11 menit, 5 detik. OMG!
  15. Puth tidak terlalu merasa kesulitan menulis “See You Again”, sebab ternyata ia pun memiliki sahabat yang pernah terlibat dalam kecelakaan mobil. Tak heran liriknya begitu masuk ke telinga pendengar!
  16. Sampai postingan ini dipublish, lagu “See You Again” berada di puncak Billboard 100.
  17. Di profil SoundCloud-nya, Puth juga membagikan “See You Again” versi lain. Yakni hanya berupa verse dan tentunya tanpa bagian Wiz Khalifa.
  18. Puth membantu penulisan lirik lagu “Slow Motion”-nya Trey Songz. Kabarnya ia pun sudah mengatur sesi bersama Jason Derulo dan Lil Wayne.
  19. Pada bulan Februari 2015 kemain, Puth merilis single debutnya yang berjudul “Marvin Gaye”, bersama Meghan Trainor.
  20. Puth ini mirip sama… Josh Hutcherson! Aktor yang lebih muda setahun darinya, itu.
    Charlie Puth 2
    Charlie Puth
    Josh-josh-hutcherson dan charlie Puth mirip
    Josh Hutcherson
  21. Puth menulis sekaligus menyanyikan theme song khusus buat seleb Youtube macam Brittani Taylor, Shane Dawson, Sxephil, Charles Trippy, Olga Kay dan Cherrioattack.
  22. Dia pernah merilis albumnya secara mandiri, yaitu yang bertajuk “The Otto Tunes”.
  23. Album independent ini terjual sebanyak lebih dari 5000 unit.
  24. Pada akhir Februari 2015 kemarin, Puth merilis single debut perdananya yang berjudul “Marvin Gaye”, featuring Meghan Trainor.
  25. Sebulan kemudian (April 2015), Puth merilis single keduanya dari albumnya nanti, “I Won’t Tell A Soul”.
  26. Jadwal tur Puth dan Meghan Trainor & Life of Dilon di Amerika Serikat mulai dari 3 Juli sampai 18 Agustus 2015.
  27. Pada tanggal 15 Agustus 2015 nanti, Puth akan tampil dalam Ryman Auditorium di Nashville.
  28. Pada 20 April 2015, Puth sempat ngetweet yang isinya, “Nama akhiranku dilafalkan ‘poo-th’”. (https//twitter.com/charlieputh).
  29. Coba perhatikan area jidat Puth, ada sesuatu yang membuatnya khas. Ya, bekas luka di alisnya! 😀 Fans mulai menemukan kalau bekas luka itu justeru membuat Puth memiliki ciri khas tersendiri. Padahal ada cerita cukup mengerikan di balik ‘alis kanan yang belah itu’. Ketika Puth kecil, ia sempat diserang anjing. Lukanya tepat di area itu. Tapi yowis deh, hikmahnya sekarang alis itu jadi ciri khas Puth.
  30. Puth bahkan ngetweet soal luka di alisnya pada 28 April 2015 kemarin. Katanya, “Enggak sabar melihat seberapa banyak ‘Charlie’s eyebrow’ (alisnya Charlie)”.
  31. Kencan pertama Puth itu di pantai dan dia begitu nervous.
  32. Ketika kencan pertamanya itu, Puth membawa serta sahabatnya yang bernama Brady (anjing jenis King Charles Cavalier).
  33. Puth suka sama Kendall Jenner karena dia tinggi, cantik dan ‘tidak terlalu jadi dirinya sendiri’ (?).
  34. Puth ngefans sama One Direction. Pernah ada kejadian, Puth sedang makan sushi di restoran. Tiba-tiba ada Harry Styles One Direction. Wajar, waktu itu Puth tidak bisa konsentrasi makan.
  35. Puth pun ngetweet “Oh my goodness, Harry Styles ada di sini…”. Tak lama kemudian, paparazzi mulai berdatangan.
  36. Bukannya marah, Harry malah memfollow akun twitternya Puth. Aww… tapi… Puth merasa enggak enak dan enggak akan melakukannya lagi (memberi info soal keberadaan Harry).
  37. Ketika Puth masih sekolah (SMA), ia begitu jahil. Dulu sekolahnya belum memiliki bel. Ia pun membuat bel sendiri. 15 menit sebelum waktu pulang yang sebenarnya, Puth membunyikan bel tersebut sehingga para guru dan murid langsung beres-beres. 😀
  38. Karena ulah jahilnya di nomor 37, Puth mendapat panggilan sebanyak 3x. Ampun!
  39. Selain kenangan soal kebandelan, Puth juga pernah punya pengalaman yang membuat malu. Jadi ketika pagi-pagi tiba di sekolah, Puth merasa… harinya begitu indah sebab sekolahnya wangi lemon. Ketika berjalan itu, tiba-tiba Puth terpeleset. Rupanya ‘wangi lemon’ yang dimaksud Puth berasal dari cairan untuk mengepel lantai. Waktu itu buku-buku Puth berserakan dan ia bisa mendengar juga melihat kalau semua orang di sana malah tepuk tangan. #PoorCharliePuth
  40. Ciuman pertama Puth terjadi ketika ia masih berusia 13 tahun dan itu juga merupakan ketidaksengajaan. Ya ampun!
Selesai sudah daku menulis soal Charlie Puth ini. Dilihat dari jadwal jangka pendeknya saja, kayaknya dia bakalan super sibuk, ya? Penyanyi muda yang sedang naik daun, gitu. Hohoho… [#RD]

Sumber: /www.rosediana.net

Lapisan lapisan bumi

3 Lapisan Bumi dan Penjelasannya3 Lapisan Bumi dan Penjelasannya



Lapisan bumi dalam materi kali ini berisi penjelasan tentang struktur, susunan, karakteristik, dan gambar dari masing-masing lapisan bumi. Pengetahuan tentang bumi terus berkembang dari masa ke masa. Dahulu kala, sebelum IPTEK berkembang, mungkin pengetahuan kita tentang bumi hanya sebatas apa yang tampak di permukaan bumi saja, seperti gunung, lembah, samudera, dan lain sebagainya. Tetapi, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita berhasil maju lebih jauh lagi dengan mengungkap fakta bahwa ternyata bumi memiliki lapisan-lapisan penyusun. Seluruh lapisan inilah yang bergabung menjadi satu dan memberi bentuk bagi bumi.

3 Lapisan Bumi dan Penjelasannya

Nah, topik inilah yang akan kami uraikan lewat pembahasan ini. Kami akan menginformasikan kepada Anda lapisan-lapisan yang menjadi penyusun planet Bumi, selamat membaca.

Lapisan-lapisan Bumi

Lapisan Bumi dibagi menjadi 3 lapisan utama, yaitu kerak bumi (crush), selimut bumi (mantle), dan inti bumi (core). Secara struktur, susunan ini mirip dengan telur, yaitu cangkangnya sebagai kerak, putihnya sebagai selimut, dan kuningnya sebagai inti bumi. Berikut ini penjelasan masing-masing lapisan bumi tersebut: 

1. Lapisan Kerak Bumi (crush)

Lapisan bumi yang paling luar adalah kerak bumi dan menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Lapisan kerak atau kulit bumi, yaitu lapisan yang tersusun dari batuan beku dan juga terdapat batuan metamorf dan sedimen.. Ketebalan rata-rata lapisan kerak bumi adalah 32 km. Lapisan yang paling tebal berada di bawah benua, yaitu mencapai 65 km. Sedangkan lapisan paling tipis berada di bawah samudera yang ketebalannya hanya 8 km. Permukaannya dicirikan oleh adanya pegunungan, dataran yang sangat luas dan datar, serta palung laut. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajat Celsius. 

Kerak bumi adalah lapisan yang selalu bergerak. Pada zaman dahulu kala, seluruh daratan di bumi membentuk suatu massa daratan yang sangat luas sehingga hewan-hewan dapat menjelajah dengan bebas. Namun massa daratan yang sangat luas itu kemudian terpecah dan pecahan-pecahannya mengapung membentuk lembaran-lembaran yang disebut lempeng. Menurut ilmu lempeng tektonik, bumi terdiri dari 16 lempeng besar dan beberapa lempeng kecil yang membentuk benua maupun samudera. Lempeng ini sangat aktif bergerak sedikitnya 10 cm/tahun.. Mereka membuat tanah bergetar dan gunung berapi meletus serta membentuk barisan pegunungan raksasa sewaktu bertumbukan.

Gambar Lempengan Bumi

2. Lapisan Selimut Bumi (mantle)

Lapisan bumi selanjutnya adalah selimut bumi yang terletak tepat dibawah kerak bumi. Lapisan ini disebut juga dengan selubung bumi dengan ketebalan mencapai 2.900 km. Bagian atas dari lapisan ini merupakan lapisan batuan padat dan di bagian bawah merupakan lapisan batuan yang likuid (cair-cair padat). Suhu di lapisan ini dapat mencapai 3000 derajat Celsius. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bagian dalam Bumi. Selimut Bumi ini terbagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  • Litosfer: Litosfer adalah lapisan paling luar dari selimut bumi dengan ketebalan mencapai 50-100 km. Lapisan ini tersusun dari bahan-bahan padat terutama batuan. Litosfer memiliki 2 lapisan utama, yaitu lapisan sima (silisium dan magnesium) serta lapisan sial (silisium dan aluminium).
  • Astenosfer: Astenosfer adalah lapisan yang berada di bawah lapisan litosfer. Lapisan ini memiliki ketebalan antara 100 sampai 400 km. Disinilah diduga tempat formasi magma terbentuk.
  • Mesosfer: Mesosfer adalah lapisan yang memiliki ketebalan 2.400-2.700 km dan berada di bawah lapisan astenosfer. Lapisan ini sebagian besar terususun dari campuran besi dan batuan basa. 

3. Lapisan Inti Bumi (core)

Lapisan bumi yang terakhir adalah inti bumi (core) yang terletak dibawah selimut bumi atau tepat ditengah bumi. Lapisan yang memiliki ketebalan 3.500 km ini menjadi lapisan yang paling dalam dari bumi. Lapisan ini sangat padat dan menjadi pusat massa dari bumi. Di lapisan ini pula gravitasi dan aktivitas magnetik bumi dibangkitkan. Kandungan terbesar dalam inti bumi adalah besi dan nikel. Tekanan dalam inti bumi sangat besar dan suhunya mencapai 6000 derajat Celsius. Lapisan ini terbagi lagi menjadi 2 bagian utama, yaitu lapisan inti luar (outer core) dan lapisan inti dalam (inner core). Inti luar memiliki ketebalan sekitar 2.000 km dan memiliki suhu mencapai 3.800 derajat celsius. Lapisan ini sebagian besar tersusun atas besi cair. Sedangkan, lapisan inti dalam adalah lapisan yang menjadi pusat bumi. Bentuknya seperti bola dengan diameter 2.700 km dan memiliki suhu 6000 derajat celsius. Bahan utama penyusun lapisan ini adalah besi dan nikel.

Sumber: http://www.ilmusiana.com

29 Mar 2016

Rangkuman IPA Kelas 7



Semester: 1
Bab. 1
Besaran dan Pengukuran
  1. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, sedangkan satuan adalah besaran pembanding yang digunakan dalam pengukuran.
  2. Besaran pokok terdiri dari panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, jumlah zat, dan intensitas cahaya. Dari besaran pokok tersebut dapat diturunkan besaran turunan seperti luas, volume, kecepatan, gaya, dan sebagainya.
  3. Alat-alat yang digunakan untuk pengukuran besaran panjang antara lain mistar, rol meter, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
  4. Alat untuk mengukur besaran massa disebut timbangan atau neraca. Terdapat bermacam-macam jenis timbangan atau neraca sesuai kegunaannya.
  5. Alat pengukuran waktu adalah jam dan stopwatch. Stopwatch digunakan dalam pengukuran waktu yang membutuhkan ketelitian seperti mencatat waktu dalam perlombaan olahraga lari, renang, balap mobil, dan sebagainya.
  6. Suhu adalah besaran untuk menyatakan tingkat panas dinginnya suatu keadaan. Alat pengukuran suhu adalah termometer.
  7. Ada empat skala satuan suhu, yaitu Celcius, Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin dengan konversi sebagai berikut:
  • t °C = 5 / 9 (t °F – 32) atau t °F = 9 / 5 t °C + 32
  • t °C = 5 / 4 t °R atau t °R = 4 / 5 t °C
  • t °C = t K – 273 atau t K = t °C + 273


Bab. 2
Klasifikasi Zat
  1. Semua zat kimia merupakan asam, basa dan garam.
  2. Asam memiliki sifat antara lain rasanya masam, menghantarkan arus listrik, jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidrogen, mengubah lakmus biru menjadi merah dan korosif terhadap logam.
  3. Basa memiliki sifat licin jika terkena kulit, menghantarkan arus listrik, jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida, mengubah lakmus merah menjadi biru dan menetralkan asam.
  4. Garam bersifat menghantarkan arus listrik (dalam bentuk lelehan) dan tidak mengubah warna kertas lakmus merah maupun biru.
  5. Untuk mengidentifikasi asam, basa, dan garam digunakan indikator alami (ekstrak kulit manggis, kubis ungu dan bunga sepatu) dan indikator buatan (kertas lakmus, indikator universal, dan pH meter).
  6. Tingkat keasaman dinyatakan dengan angka 1 - 14. Larutan bersifat asam jika pH kurang dari 7, larutan netral memiliki pH 7 dan larutan basa memiliki pH lebih dari 7.
  7. Jenis zat kimia yang utama dibedakan menjadi unsur, senyawa, dan campuran.
  8. Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia sederhana.
  9. Nama unsur dapat dinyatakan dengan lambang unsur. Lambang unsur yang kita gunakan sekarang ini menurut usulan Berzelius.
  10. Senyawa merupakan zat yang tersusun atas dua unsur atau lebih yang bergabung secara kimia dengan perbandingan massa tertentu. Rumus kimia dari senyawa dinyatakan dengan Ax By , di mana A dan B menyatakan lambang unsur penyusun sedangkan x dan y menyatakan jumlah relatif atom A dan B dalam senyawa.
  11. Campuran merupakan materi yang tersusun atas dua jenis zat atau lebih dengan perbandingan tidak tetap. Campuran dibedakan atas campuran homogen (larutan) dan campuran heterogen (suspensi dan koloid).


    Bab. 3
    Wujud Zat dan Perubahannya
  12. Berdasarkan wujudnya, zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas.
  13. Zat padat memiliki bentuk tetap, volume tetap, umumnya mempunyai massa jenis besar, susunan partikelnya teratur dan jarak antarpartikel sangat dekat.
  14. Zat cair memiliki bentuk tidak tetap (mengikuti wadah), volume tetap, mempunyai massa jenis sedang, susunan partikelnya kurang teratur dan kurang rapat.
  15. Zat gas memiliki bentuk mengikuti bentuk wadahnya, volume tergantung tempatnya, massa jenis sangat kecil, dan jarak antar partikelnya sangat jauh.
  16. Massa jenis menyatakan perbandingan antara massa dan volume suatu zat.
  17. Zat padat mengalami muai panjang, luas, dan volume. Zat zair dan zat gas mengalami muai volume.
  18. Pengetahuan pemuaian berguna dalam pemanfaatan bimetal, pengelingan, pemasangan bingkai besi pada roda, dan pemasangan kaca jendela.
  19. Kalor berperan dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda.
  20. Kalor yang diperlukan dalam perubahan suhu zat dirumuskan: Q = m · c · ∆T.
  21. Proses penguapan dipercepat dengan memperluas permukaan, mengurangi tekanan pada permukaan, memanaskan atau menaikkan suhu zat, dan meniupkan udara di atas permukaan.
  22. Asas Black menyatakan kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diterima.
  23. Perpindahan kalor dapat melalui tiga cara yaitu konveksi, konduksi, dan radiasi.
  24. Termos merupakan alat yang berguna mencegah perpindahan kalor secara konveksi, konduksi, dan radiasi.


    Bab. 4
    Perubahan Fisika dan Kimia
  25. Sifat suatu materi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sifat fisika dan sifat kimia.
  26. Sifat fisika adalah sifat materi yang dapat dilihat secara langsung dengan indra. Sifat fisika suatu materi antara lain wujud zat, kekeruhan, kekentalan, kelarutan, titik didih, titik leleh dan warna.
  27. Sifat kimia suatu materi merupakan sifat yang dihasilkan dari perubahan kimia. Sifat kimia suatu materi antara lain mudah tidaknya suatu materi terbakar, berkarat dan busuk.
  28. Campuran tersusun atas beberapa unsur atau senyawa secara fisika dengan perbandingan tidak tetap.
  29. Campuran dapat dipisahkan berdasarkan sifat fisika. Metode pemisahan campuran antara lain filtrasi, sentrifugasi, evaporasi, distilasi, kromatografi dan sublimasi.
  30. Air perlu diolah sebelum dikonsumsi dan memenuhi persyaratan kualitas dari segi fisika, kimia, dan biologis.
  31. Cara sederhana untuk menjernihkan air meliputi pengendapan, penyaringan, dan koagulasi.
  32. Perubahan materi dibedakan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia.
  33. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menimbulkan zat yang jenisnya baru sedangkan perubahan kimia adalah perubahan yang menimbulkan zat yang jenisnya baru.
  34. Peristiwa perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari antara lain perubahan wujud, bentuk, ukuran, volume, bentuk energi, dan karena pelarutan.
  35. Peristiwa perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari antara lain karena pembakaran, perkaratan dan pembusukan.
  36. Perubahan fisika dan perubahan kimia bermanfaat dalam industri, misal industri obat-obatan dan plastik.
  37. Reaksi kimia merupakan peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) menjadi zat-zat hasil reaksi (produk).
  38. Terjadinya reaksi kimia ditandai dengan timbulnya perubahan warna, terbentuk endapan, terjadi perubahan suhu, dan timbul gas.
  39. Laju reaksi kimia dipengaruhi oleh ukuran zat, suhu, dan katalis.


    Semester: 2
    Bab. 5
    Gerak Lurus
  • Gerak lurus adalah suatu gerak yang mempunyai lintasan lurus. Besaran-besaran dalam gerak lurus antara lain jarak, perpindahan, kelajuan, dan kecepatan.
    • Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda tanpa memerhatikan arah.
    • Perpindahan adalah panjang lintasan yang ditempuh benda dengan memperhatikan arahnya.
    • Kelajuan adalah perubahan jarak terhadap posisi awalnya dalam suatu selang waktu tertentu tanpa memperhatikan arahnya
    • Kecepatan adalah kelajuan dengan memperhatikan arahnya.
  • Kelajuan rata-rata adalah hasil bagi lintasan total yang ditempuh suatu benda dengan selang waktu total yang diperlukan untuk menempuh lintasan tersebut.
    Kecepatan rata-rata = lintasan yang ditempuh / waktu total
  • Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda pada lintasan yang lurus di mana pada setiap selang waktu yang sama, benda tersebut menempuh jarak yang sama (gerak suatu benda pada lintasan yang lurus dengan kelajuan tetap).
  • Pada gerak lurus beraturan, perpindahan (s) benda dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut.
    s = so + v . t
  • Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan lurus dan mengalami perubahan kecepatan yang sama setiap sekonnya atau mengalami percepatan yang sama.
  • Percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan tiap waktu. Perubahan kecepatan adalah selisih antara kecepatan akhir dan kecepatan awal.
    a = Vt – Vo / t
  • Pada gerak lurus berubah beraturan, perpindahan (s) benda dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut.
    s = s0 + v0 . t + ½ at2



    Bab. 6
    Gejala Alam dan Kerja Ilmiah
  1. Sains berkembang dari melalui pengamatan dan percobaan. Objek pengamatan dapat berupa gejala kejadian maupun gejala kebendaan, baik objek biotik maupun abiotik. Percobaan dilakukan dengan metode ilmiah dan peneliti harus juga harus bersikap ilmiah, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  2. Pengamatan atau observasi dapat menggunakan indra maupun dengan bantuan alat ukur. Pengamatan dengan indra menghasilkan data kualitatif, sedangkan pengamatan dengan alat ukur menghasilkan data kuantitatif. Untuk mempermudah, data dapat disajikan dalam bentuk tabel, gambar, diagram, grafik, dan sebagainya.
  3. Eksperimen dilakukan dengan metode ilmiah. Urutan metode ilmiah yaitu merumuskan masalah, menyusun hipotesis, melakukan penelitian, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, dan membuat kesimpulan. Hasil eksperimen harus dikomunikasikan dengan orang lain sehingga pengetahuannya bermanfaat.
  4. Mikroskop merupakan alat bantu untuk mengamati benda yang berukuran sangat kecil. Perbesaran total yang dihasilkan mikroskop dapat dihitung dari perbesaran lensa objektif dikalikan perbesaran lensa okuler.
  5. Semua kegiatan eksperimen atau penelitian harus memperhatikan keselamatan kerja. Keselamatan kerja dapat ditingkatkan dengan mengenal sifat bahan kimia di laboratorium, memahami cara kerja alat, dan menggunakan peralatan kerja yang tepat.


    Bab. 7
    Keanekaragaman Makhluk Hidup
  6. Makhluk hidup mempunyai ciri-ciri khusus yang membedakan dengan makhluk tak hidup dan benda mati. Ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas, memerlukan makanan, bergerak, peka terhadap rangsangan, adaptasi, berkembang biak, tumbuh dan berkembang, dan mengeluarkan zat sisa.
  7. Makhluk hidup yang ada di bumi sangat beraneka ragam. Keanekaragaman berarti terdapatnya perbedaan ciri dan sifat pada makhluk hidup yang berlainan jenis. Sedangkan variasi adalah terdapatnya perbedaan ciri dan sifat pada makhluk hidup yang sejenis.
  8. Untuk memudahkan mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam, dibuat sistem pengelompokan atau klasifikasi. Klasifikasi sistem filogeni berkembang dari mula-mula sistem dua kingdom (Plantae dan Animalia) hingga menjadi sistem lima kingdom (Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia).
  9. Setiap makhluk hidup diberi nama ilmiah yang berlaku secara internasional. Tata nama ilmiah mengacu pada sistem binomial nomenklatur yang diusulkan oleh Carolus Linnaeus.
  10. Dalam sistem klasifikasi setiap makhluk hidup mempunyai tingkatan takson berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri dengan makhluk hidup yang lain. Untuk menentukan nama jenis atau tingkatan takson suatu makhluk hidup dapat menggunakan kunci determinasi.
  11. Organisasi kehidupan merupakan urutan tingkatan organisasi pada makhluk hidup, yaitu makhluk hidup tersusun atas sel, sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan. Beberapa jaringan membentuk organ. Dan beberapa organ menyusun sistem organ.
  12. Sel-sel yang menyusun makhluk hidup mempunyai struktur dasar yang sama, yaitu terdiri dari membran sel, sitoplasma, dan inti sel. Selain itu sel mempunyai organela, misalnya mitokondria, retikulum endoplasma, ribosom, plastida, vakuola, badan golgi, dan lisosom.
  13. Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Contoh jaringan pada hewan dan manusia adalah jaringan epitel, ikat, otot, dan saraf. Jaringan pada tumbuhan misalnya jaringan meristem, parenkim, sklerenkim, kolenkim, xilem, dan floem.
  14. Beberapa jaringan bekerjasama membentuk organ. Contoh organ pada hewan dan manusia adalah mulut, lambung, usus, paru-paru, kulit, mata, dan ginjal. Contoh organ pada tumbuhan yaitu akar, batang, dan daun.
  15. Beberapa organ saling bekerja sama dalam suatu sistem organ. Organisme tingkat tinggi mempunyai beberapa sistem organ. Misalnya sistem pernapasan tersusun dari organ hidung, trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru


    Bab. 8
    Ekosistem dan Pelestarian Sumber Daya Hayati
  16. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem disusun oleh komponen biotik berupa makhluk hidup dan komponen abiotik.
  17. Setiap makhluk hidup menempati tempat yang sesuai yang disebut habitat. Setiap makhluk hidup juga mempunyai peranan tertentu yang disebut nisia. Dalam ekosistem terdapat tingkatan trofik komponen biotik, yaitu ada organisme yang berperan sebagai produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, konsumen tersier, konsumen puncak, dan pengurai.
  18. Dalam ekosistem terdapat tingkatan organisasi makhluk hidup penyusunnya. Individu-individu sejenis menyusun populasi, beberapa populasi makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan membentuk komunitas. Komunitas dengan lingkungannya membentuk suatu ekosistem. Beberapa ekosistem membentuk bioma dan keseluruhan bioma dan ekosistem di bumi menyusun biosfer.
  19. Di dalam ekosistem yang seimbang, komponen penyusun ekosistem selalu berada dalam komposisi yang seimbang. Ekosistem bersifat dinamis dan selalu mengalami perubahan. Perubahan suatu ekosistem menuju keseimbangan dalam jangka waktu yang lama disebut suksesi.
  20. Komponen penyusun ekosistem selalu berinteraksi baik sesama komponen biotik maupun antara komponen biotik dengan komponen abiotik. Interaksi ini membentuk jaring-jaring kehidupan yang terdiri dari rantai makanan, jaring-jaring kehidupan, dan piramida makanan.
  21. Hubungan antarorganisme dalam suatu ekosistem dapat berupa hubungan netral, simbiosis mutualisme, komensalisme, parasitisme, kompetisi, dan predasi.
  22. Keanekaragaman makhluk hidup berfungsi sebagai sumber pangan, pakaian, perumahan, kesehatan. Keanekaragaman juga memberi manfaat secara ekonomi, ekosistem, dan keilmuan.
  23. Beberapa upaya pelestarian keanekaragaman hayati adalah dengan membuat undang-undang, penyuluhan kepada masyarakat, membuat taman nasional, cagar alam, kebun raya, dan taman laut.


    Bab. 9
    Kependudukan dan Permasalahan Lingkungan
  24. Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu daerah dari waktu ke waktu. Perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk (imigrasi dan emigrasi).
  25. Dinamika penduduk yang menunjukkan peningkatan jumlah penduduk disebut pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk dapat ditentukan dengan mengadakan sensus.
  26. Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah yang ditempati. Kepadatan penduduk tiap daerah berbeda-beda. Tingginya kepadatan penduduk dapat menyebabkan berbagai permasalahan sosial, ekonomi, keamanan, kesejahteraan, pangan, ketersediaan lahan dan air bersih, yang dapat
  27. berdampak pada kerusakan lingkungan.
  28. Pertumbuhan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi telah banyak menimbulkan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan akibat ulah manusia disebabkan karena banyaknya zat pencemar/polutan yang masuk ke lingkungan.
  29. Pencemaran air, tanah, dan udara dapat mengganggu kesehatan dan kehidupan manusia. Oleh karena itu dikembangkan berbagai upaya untuk menekan dan menanggulangi tingkat pencemaran lingkungan.
    Sumber:http://enjah-suhaya.blogspot.co.id